Hari itu aku sedang berkumpul dengan keluarga besarku. Saat hari menjelang malam, tiba-tiba datang sepupuku dengan membawa temannya yang pada saat itu sedang kerasukan makhluk halus. Sepupuku membawanya ketempat kami karena kebetulan pamanku yang juga ikut berkumpul adalah orang pintar.
“Ini temen saya, kemasukan nenek-nenek” ucap sepupuku. Lalu, saat pamanku mulai mencoba mengeluarkan makhluk halus tersebut, aku dengan ibu, kakak, dan saudara-saudaraku berkumpul di ruang tengah dengan rasa khawatir. Sepupuku pun menghampiri kami dan menceritakan kronologis temannya bisa seperti itu.
“Jadi tadi saya sama temen abis rumah, terus nyari makan abis magrib. Pas abis makan, ada nenek-nenek nyamperin kita. Dia minta ongkos buat naik angkot katanya. Saya bilang, sama temen saya ‘gak usah dikasihlah, itu nenek aneh. Rada serem’ saya bilang gitu”. Ucap sepupuku.
“Akhirnya, kita jalan ninggalin nenek itu. Tapi pas udah jalan tiba-tiba nenek itu ada lagi nyamperin kita. Saya kaget, kok nenek itu bisa ngejar kita padahal kita naik motor.”
Belum selesai sepupuku bercerita, tapi entah kenapa suasana di ruang tengah yang tadinya ramai dengan obrolan kami, mendadak sedikit mencekam. Teriakan-teriakan dari orang yang kerasukan pun menambah suasana semakin menegangkan. Kami yang ada disitu semakin ketakutan dan saling mendekatkan diri dengan yang lainnya karena mendadak udara terasa semakin dingin saat itu. Dan bulu kuduk kami berdiri seakan mengisyaratkan kehadiran mereka.
“Mah, aku kok jadi merinding gini.” Sambil ketakutan aku menepel pada mamaku. Kakakku yang awalnya duduk tenang dan acuh-tak acuh dengan kejadian yang terjadi saat itu pun langsung memelukku dan terlihat pucat wajahnya. Begitupun saudara-saudaraku yang saling menjerit ketakutan.
“Terus nenek itu nyamperin lagi dan bilang, ‘Jang, tong pedit atuh enin menta jang ongkos naek angkot’, karena ketakutan, akhirnya temen aku itu ngasih uang ke nenek itu dan nenek itu berterimakasih sambil bilang ‘Nuhun jang, ngke ku enin dituturkeun kamana wae ujang ge.’ Aku sama temenku itu takut bukan main, karena ucapan nenek itu kesannya kayak anceman mau nempelin kita”







